GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Belum Ada Bantuan Pengganti Pukat Hela

Belum Ada Bantuan Pengganti Pukat Hela

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS P…

Belum Ada Bantuan Pengganti Pukat Hela

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
09 DESEMBER RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 08 Desember 2017 11:27 Belum Ada Bantuan Pengganti Pukat Hela SEGERA DIGANTI: Nelayan yang masih menggunakan pukat hela mulai dilarang memakai alat tangkap jenis ini pada 2018 mendatang. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN â€" Penggantian alat tangkap pukat hela sesuai edaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan berakhir 31 Desember mendatang. Namun, bantuan penggantian dari pukat hela belum juga dilakukan hingga saat ini.

Kepala Dinas Perikanan, Drs. H. Sabaruddin mengatakan, untuk penggantian pukat hela akan selesai dilakukan akhir tahun ini. Itu sesuai surat edaran dari KKP dan penggantian alat tangkap akan difasilitasi KKP untuk kapal 10 Gross Tonnage (GT) ke atas.

“Pukat hela atau lebih dikenal dengan pukat harimau akan diganti, jadi pada 2018 mendatang tidak diperbolehkan lagi untuk digunakan,” kata Sabaruddin kepada Radar Nunukan, Kamis (7/12).

Menurutnya, bagi nelayan yang menggunakan kapal di atas 10 GT akan difasilitasi nantinya. Namun harus mendaftar terlebih dulu ke Dinas Perikanan Nunukan, agar dapat diberikan bantuan pengganti pukat hela nantinya.

Ia menjelaskan, saat ini yang telah melapor sudah mencapai 10 nelayan. Nantinya pukat hela akan digantikan dengan pukat yang ramah lingkungan dan tidak lagi dapat menjaring ikan kecil. Pemberian pukat dari KKP nantinya tentu akan berbeda fungsi dengan pukat hela. “Pukatnya nanti tidak lagi dapat mengambil ikan-ikan kecil,” ujarnya.

Lanjut dia, jika pukat ramah lingkungan yang akan digunakan, akan berpengaruh dengan penghasilan para nelayan yang selama ini menggunakan pukat hela. Hasil tangkapan dipastikan akan menurun, tidak seperti saat menggunakan pukat hela.

Untuk bantuan dari KKP telah diusulkan, jelas Sabaruddin, namun hingga saat ini belum ada. Saat ini, masih ada yang menggunakan pukat hela, karena belum ada bantuan untuk penggantian pukat jenis ini. “Bantuan dipastikan akan turun pada awal tahun, karena informasi dari KKP masih tahap lelang,” ta mbahnya.

Ditambahkan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara, Amir Bakri mengatakan, ada tiga alat tangkap yang diuji coba Balai Besar Pengembangan Perikanan Semarang dan disesuaikan dengan kondisi wilayah Kaltara. Kemungkinan besar alat tangkap yang cocok adalah jaring milenium.

Sebelumnya, konstruksi kapal memang dirancang untuk alat tangkap pukat hela, sedangkan alat tangkap yang diberikan ke para nelayan nantinya bukan alat tangkap yang ditarik. “Desain kapal yang menggunakan pukat hela ini agak berbeda dengan alat tangkap yang akan digunakan. Makanya, perlu ada penyesuaian untuk jenis alat tangkapnya,” jelasnya. (nal/eza)

BERITA TERKAIT
  • Soal Pukat Hela, Kabupaten Tak Bisa Berbuat
  • Nelayan Liagu Diresahkan Pukat Hela
  • Larangan Pukat Hela Mengganggu Perekonomian
  • Sistem Bioflog Bantuan KKP-RI.
  • Uji Coba Trammel Net Gagal
  • Tinggal Sebulan, KKP Belum Realisasikan Janjinya
  • Pengganti Pukat Hela Belum Didistribusikan
  • Larang Alat Tangkap Jenis Cantrang, KKP Bagikan Gillnet
  • Sepakat Tak Ada yang Memukat Malam
  • Nelayan Tolak Penggantian Pukat Hela

BACA JUGA

Jumat, 08 Desember 2017 11:25

Tak Mampu Ikuti UMK, Perusahaan Wajib Bersurat

NUNUKAN â€" Pasca pengesahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018, pihak perusahaan kini wajib menjalankan… Kamis, 07 Desember 2017 12:01

NUNUKAN Biarpet Lagi

NUNUKAN â€" PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan kembali memberikan pelayanan yang tidak… Kamis, 07 Desember 2017 11:57

Minim Perhatian, Sei Mengkadu Perlu Jadi Desa

NUNUKAN â€" Persoalan lemahnya pembangunan yang tak kunjung berdampak pada wilayah Sei Mengkadu,… Rabu, 06 Desember 2017 10:27

Human Error Penyebab Utama Kecelakaan Pelayaran

NUNUKAN â€" Kesalahan manusia atau human error ternyata masih mendominasi angka kecelakaan yang… Rabu, 06 Desember 2017 10:25

Satpol PP Bakal Sidak Pedagang Eceran

NUNUKAN â€" Tingginya aktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan tradisional, kini menjadi… Selasa, 05 Desember 2017 11:16

Jelang Diresmikan, Penghuni Kios Belum Jelas

NUNUKAN â€" Kabar t ak sedap muncul menjelang diresmikannya Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker,… Selasa, 05 Desember 2017 11:15

Perkuat Jaringan Bisnis, Buka Cabang di Sabah, Malaysia

Khusus warga Nunukan, pasti sudah tidak asing lagi dengan Grobak Kopi. Kini, kiprahnya sudah go internasional… Senin, 04 Desember 2017 12:27

Hujan Seharian, Rumah Warga Terendam Banjir

NUNUKAN â€" Hujan dengan intensitas cukup tinggi dan berlangsung lama mengguyur Pulau Nunukan membuat… Senin, 04 Desember 2017 12:26

Dilarang Buat Kegiatan di Depan Umum, Gelar Acara di Dalam Kamar

Walaupun sedang berada di Tiongkok yang warganya mayoritas beragama non muslim, para mahasiwa yang berasal… Senin, 04 Desember 2017 10:35

Ribuan Masyarakat Masih Buta Aksara

NUNUKAN â€" Alokasi anggaran pendidikan di Kabupaten Nunukan hingga saat ini belum mampu menuntaskan… BREAKING NEWS!!! Bayi Malang Tanpa Pakaian Ditemukan di Pinggir Sungai Hiii Serem...Imbas Hujan Deras, Kuburan Warga Ikut Longsor Kagum Potensi Wisata Bumi Paguntaka Bangkrut, Aset Kalstar Dijual DPU-PR Tak Punya Uang untuk Perbaiki Jalan Lima Penderita HIV/AIDS Meninggal Butuh Tenaga Pendidik dan Kesehatan Tak Punya Dana, Jalan Akan Diserahkan ke Provinsi Defisit BPJS Kesehatan Tarakan “Menyerang” Sejak 2014 Gubernur Tetapkan UMK Tarakan Tertinggi
  • Penerapan Upah Tergantung Kesepakatan
  • Ingin Didukung, Penuhi Syarat!
  • Akrab dengan Semua Orang hingga Miliki Banyak Relasi
  • 53 Personel Baru, Siap Jaga Keamanan Lapas
  • Penyalahgunaan Dana Desa, Hubungi 15040
  • Ada Oknum Tari k Biaya Pemasangan Jargas
  • Drainase Terancam Amblas
  • Terima ‘Surat Cinta’ dari Mendagri
  • 2018, Desain Jembatan Bulan Rampung
  • Soal Perampokan, Nelayan Diminta Melapor
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
  • < /li>
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Nunukan

No comments