Memulihkan Lingkungan yang Rusak Pesan Natal di Gereja GPIB ... | Liputan 24 Kalimantan Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Memulihkan Lingkungan yang Rusak Pesan Natal di Gereja GPIB ...

Posted by On 10:04 AM

Memulihkan Lingkungan yang Rusak Pesan Natal di Gereja GPIB ...

Natal 2017

Memulihkan Lingkungan yang Rusak Pesan Natal di Gereja GPIB Tanjung Selor

Seluruh prosesi peribadatan berlangsung sukses dan khidmat. Kurang lebih 10 personel Polres Bulungan tampak berjaga di depan gereja.

Memulihkan Lingkungan yang Rusak Pesan Natal di Gereja GPIB Tanjung SelorTribun Kaltim/Muhammad ArfanSuasana peribadatan di Gereka GPIB Jamaat Maranatha, Jalan Mayjen DI Pandjaitan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Senin (25/12/2017).

Laporan wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG SELOR - Di tengah gu yuran hujan, seluruh gereja di Tanjung Selor menggelar prosesi peribadatan di Hari Natal, Senin (25/12/2017). Salah satu gereja yang dipantau Tribun ialah Gereja GPIB Jemaat Maranatha, Jalan Mayjen DI Pandjaitan, Tanjung Selor.

Gereja ini diisi kurang lebih 500an umat kristiani. Seluruh prosesi peribadatan berlangsung sukses dan khidmat. Kurang lebih 10 personel Polres Bulungan tampak berjaga di depan gereja.

Ketua II Gereja GPIB Pollymart Sijabat menyampaikan sejumlah pesan Natal kepada jamaat yang hadir. Secara garis besar Polly mengungkapkan, nilai-nilai Natal terlalu indah dan berharga sehingga sangat disayangkan jika direduksi dan didemonstrasikan hanya dalam seremonial dan berbagai pesta kemewahan. Hal itu bertentangan dengan jiwa Natal.

“Semua kemewahan dan pesta pora bertolak belakang dengan putra Maria dalam palungan,” katanya.

Nilai-nilai indah Natal juga terlalu mahal dan berharga untuk dinikmati sendiri oleh warga gereja. Semua yang indah kata Polly harus dibagi agar menyentuh dan menjangkau banyak umat manusia yang haus kedamaian dan kesejahteraan.

Polly juga mengamanatkan agar berkomitmen, memulihkan lingkungan atau alam semesta yang rusak. Warga gereja tuturnya turut bertanggungjawab ketika alam semesta yang seharusnya menyandang misi turut memuliakan.

Ia mengatakan, alam semesta tidak lagi memuliakan Allah tetapi sekarat dan habis terkuras.

“Suara alam semesta tidak lagi menceritakan kemuliaan Allah dan memberitakan pekerjaan tangan-Nya, tetapi merubah menjadi rintihan minta dikasihani dan jeritan menuju mati. Tanpa sadar manusia sedang menggali kuburnya sendiri dengan menghancurkan alam semesta,” katanya.

Editor: Hendra Gunawan Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Adu Mulut Berbuntut Adu Fisik, Polwan Cantik Dicakar Wanita Ini, Be rawal dari Masalah Mobil Sumber: Google News | Liputan 24 Tanjung Selor

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »