GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Permintaan TPI di Sebatik Meningkat

Permintaan TPI di Sebatik Meningkat

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO …

Permintaan TPI di Sebatik Meningkat

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: KAMIS
21 DESEMBER RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Desember 2017 21:17 Permintaan TPI di Sebatik Meningkat DESAKAN: Desakan masyarakat Pulau Sebatik untuk mendapatkan TPI terus meningkat. Tampak pelayanan di TPI Tunon Taka Nunukan yang menjadi satu-satunya TPI resmi yang ada di Kabupaten Nunukan. FOTO: RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN â€" Keberadaan Tempat Pemeriksan Imigrasi (TPI) di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik masih menjadi persoalan penting. Sebab, sampai saat ini penyeberangan dari dan akan ke Tawau, Malaysia masih saja terjadi di Pulau Sebatik secara ilegal.

Untuk itu, warga Sebatik meminta agar pemerintah dapat membangun TPI secepat mungkin, lantaran menjadi jalur perlintasan ke luar negeri bagi masyarakat perbatasan. Sebab, jika hanya mengandalkan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, maka masyarakat Sebatik akan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk dapat ke Tawau, Malaysia.

“Selama ini, masyarakat Sebatik kalau mau ke Tawau secara resmi harus lewat Nunukan dulu. Padahal, kalau dari Sebatik ke Tawau itu lebih dekat lagi. Biayanya tidak mahal dan tidak rugi waktu,” ungkap Mansyur, warga Sebatik yang ditemui media ini kemarin.

Ia mengaku, agar tidak rugi waktu dan biaya yang besar, masyarakat memilih mengambil risiko besar untuk berangkat ke Tawau, Malaysia secara ilegal. Apalagi jika hanya ingin berbelanja kebutuhan pokok dan membeli barang yang tidak dijual di Pulau Sebatik dan Nunukan. “Apakah harus selamanya seperti itu. Sementara setiap tahun kebutuhan meningkat dan perkembangan penduduk juga meningkat,” ungkapnya.

Tak hanya di Pulau Sebatik, beberapa wilayah yang dekat dengan perbatasan, seperti Krayan dan Sei Menggaris juga perlu dibangun TPI. Sebab, lokasi-lokasi itu menjadi tempat perlintasan.

Menyikapi hal itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Ferry I Herling South, SH mengakui jika permintaan pembukaan TPI di Sebatik sangat tinggi. Namun, untuk mengabulkan keinginan masyarakat itu dibutuhkan sejumlah pertimbangan yang matang. Karena, banyak hal-hal yang harus dipikirkan.

“Jika ada TPI, akan lebih banyak permasalahan lagi. Karena akan lebih banyak orang asing masuk ke Indonesia melalui Sebatik,” kata Ferry dalam acara pers rilis evaluasi dan capaian kinerja instansinya di ruang pertemuan kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Selasa (19/12).

Dikatakan, jika TPI dibuka di Pulau Sebatik maka diperlukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait lagi. Seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Bea Cukai dan instansi vertikal lainnya di Pulau Sebatik. “Kami akan lakukan studi banding lagi. Apakah Sebatik itu layak dibuka TPI atau tidak. Karena wilayah itu sangat rawan. Apalagi jika ada TPI, maka warga asing akan lebih banyak lagi masuk melalui Sebatik itu,” ujarnya.

Tak hanya di Pulau Sebatik, di Kecamatan Sei Menggaris yang juga memiliki jalur perlintasan menjadi perhatian pihaknya. Keinginan untuk membuka TPI itu cukup besar. Karena akan mempermudah pengawasan Imigrasi Nunukan. Hanya saja, untuk sarana dan prasarana se perti gedung TPI itu domainnya pemerintah daerah. “Kami ini mendukung adanya TPI itu. Tapi, untuk tempat dan sarana pendukung lainnya itu disiapkan pemerintah daerah,” jelasnya.

Mengenai TPI di Kecamatan Krayan, kata Ferry, kini dalam tahap pembahasan di internal Imigrasi. Sehingga untuk penetapannya apakah Imigrasi Kelas II Nunukan atau Kota Tarakan yang menjadi induknya belum diketahui.

“Ada wacana TPI Krayan itu akan menjadi wilayah kerja Imigrasi Nunukan. Karena, Krayan ini wilayah Kabupaten Nunukan. Sementara ini masih dibahas,” pungkasnya. (oya/eza)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Imigrasi Laporkan JK ke Kedubes Filipina
  • 14 WNA Filipina Dibawa ke Imigrasi Berau
  • Kenakan Pakaian Adat, Warga Senang Pengurusan Paspor Jadi Cepat

BACA JUGA

Rabu, 20 Desember 2017 21:23

Potensi PAD Tinggi, Kesadaran Wajib Pajak Rendah

NUNUKAN â€" Jika dikelola dengan baik, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Nunukan cukup tinggi.… Rabu, 20 Desember 2017 21:21

Gadis Belia Ini Divonis Empat Tahun Penjara

NUNUKAN â€" Anak di bawah umur yang berperan sebagai kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu… Rabu, 20 Desember 2017 21:19

Tim SAR Temukan Pakaian Amat

NUNUKAN â€" Amat, seorang nelayan yang hilang di Sungai Sebaung, Kecamatan Sembakung, Jumat (8/12)… Rabu, 20 Desember 2017 21:14

Korban Penembakan Oknum Polisi Akhirnya Tewas

NUNUKAN â€" Korban penembakan yang dilakukan oknum polisi bernama Irwan alias Boy (45), warga Sumur… Rabu, 20 Desember 2017 21:12

Anggaran Nihil, Pencairan Beasiswa Tak Jelas

NUNUKAN â€" Hingga akhir 2017, mahasiwa dan pelajar yang telah mengaju kan beasiswa ke Pemerintah… Rabu, 20 Desember 2017 21:08

Harga Rumput Laut Naik, Bantu Entaskan Kemiskinan

NUNUKAN â€" Budi daya komoditi rumput laut kembali diterpa angin segar, baru-baru ini harga jual… Selasa, 19 Desember 2017 19:21

Peserta Pemilu 2014 Tidak Diverifikasi Faktual

NUNUKAN â€" Pemilihan umum (pemilu) 2019 telah memasuki tahapan verifikasi faktual. Pada tahapan… Selasa, 19 Desember 2017 19:19

Ayam Hidup dan Daging Ilegal Gagal Diselundupkan

NUNUKAN â€" Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 621/Manuntung… Selasa, 19 Desember 2017 19:15

Satu Perusahaan Besar Tak Ikut BPJ S Kesehatan

NUNUKAN â€" Tiga tahun berjalan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Badan Penyelenggara Jaminan… Selasa, 19 Desember 2017 19:08

Dua Bulan, 1,1 Kg Sabu Dimusnahkan

NUNUKAN â€" Kepolisian Resor (Polres) Nunukan kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkotika… Alokasikan Dana Secara Cermat Gelar Monitoring dan Evaluasi Kampung KB Jambret Tas, RM dan OK Diciduk WASPADA !!! Setelah Gunung Lingkas, Api Kembali Melahap Kampung Satu/ Skip 2018, Gaji Petugas Kebersihan Tak Ikut UMK PARAH NI ORANG..!! Baru Bebas 4 Hari, Kembali Masuk Bui Mengerikan..!!! Hari Kedua Pencarian Amat, Tim Menemukan Jari Manusia Progres Pembangunan Jembatan Masuki Tahap Finishing KPU Tarakan Tunggu Data Final Jumlah Penduduk Pemerintah Prioritaskan Pembangunan
  • Kekuatan Gempa 4.1 SR Terasa hingga Tawau
  • Kekuatan Gempa di Tarakan, 21 Desember Tanggal "Keramat"
  • Siklon Tropis Kai-Tak Melanda Utara Kalimantan
  • SL Didakwa Pasal Berlapis
  • Kehilangan Lengan di Usia Remaja, Tetap Bisa Hidupi Sepuluh Anaknya
  • Tersambar Petir, Traffic Light Mati
  • Api Menjilat, Ari Gendong Tiga Anaknya
  • Undangan dan Suvenir Pernikahan Jadi Abu
  • Sudah Tiga Kali Diukur Belum Diperbaiki
  • Kekurangan Armada Pembersih Kota
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OL AHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Nunukan

No comments