Dirintis Misionaris dari Amerika, Dapat Bantuan Rp 1 Miliar | Liputan 24 Kalimantan Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Dirintis Misionaris dari Amerika, Dapat Bantuan Rp 1 Miliar

Posted by On 12:07 AM

Dirintis Misionaris dari Amerika, Dapat Bantuan Rp 1 Miliar

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: JUMAT
09 MARET RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 Maret 2018 10:32 Dirintis Misionaris dari Amerika, Dapat Bantuan Rp 1 Miliar

Mengenal Gereja Tua dan Bersejarah di Bulungan

TERTUA: Sebelum dipoles lokasi GKII Daerah Kayan Hilir di Jalan S.Parman Tanjung Selor ini dahulunya dibangun gereja tua dengan bahan kayu. Tampak GKII yang sudah berubah drastis. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Bulungan awalnya dirintis seorang misionaris utusan The Christian Misionaris Alliance (CMA). Ia yang memberitakan injil pertama kali di Samarinda dan menyeberang ke Tarakan, lalu ke Tanjung Selor pada 1928 silam. Seperti apa gereja itu kini, berikut liputannya.

SAMSUL UMARDHANY, Tanjung Selor

MENCARI keberadaan gereja tertua di Bulungan, sedikit membutuhkan waktu. Setelah mencari informasi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bulung an, akhirnya penulis mendapatkan informasi bahwa, GKII adalah gereja tertua di Bulungan. Akhirnya penulis pun berkesempatan bertemu dengan salah saeorang pendeta senior yang pernah melayani jemaat GKII daerah Kayan Hilir.

Adalah Pendeta Lie Merang, ia biasa disapa, rumahnya terletak di Jalan Kendondong, Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Tepat pukul 16.00 Wita, penulis berada di alamat tersebut sebagaimana janji yang sudah diatur sejak pagi, rupanya sang pendeta juga telah menunggu kedatangan penulis saat itu.

Setelah dipersilakan masuk, senyum ramah yang dilemparkannya membuat rasanya nyaman untuk memulai percakapan. “Silakan duduk,” ucapnya dengan ramah. Tanpa panjang lebar pula, penulis menjelaskan maksud kedatangannya. Yaitu perihal gereja tertua di Bulungan. “Iya GKII merupakan gereja tertua di Bulungan dan bahkan di Tanjung Selor,” sebutnya menjawab pertanyaan penulis.

Tanpa pikir panjang, ia pun menceritakan adanya GKII di Bulungan. Pria Kelahiran Ma tutun, 7 Juli 1954 ini menyebutkan, ia tahu sejarah GKII di Bulungan dikarenakan pernah menjadi gembala sidang di GKII, khususnya daerah Kayan Hilir.

“Pada tahun 1928, misionaris dari Amerika datang ke Kalimantan untuk memberitakan injil. Saat itu pertama kali tanah yang dipijaki adalah Kota Samarinda, lalu Tarakan, kemudian Bulungan, Tanjung Selor,” ungkapnya.

Memang kata dia, pada saat itu di Tanjung Selor merupakan markas atau induk dari misi yang dibawa oleh misionaris tersebut. Targetnya adalah mengabarkan injil kepada masyarakat, utamanya kepada suku-suku yang ada dengan cara pendekatan.

“Karena statusnya dalam penginjilan. Saat itu belum dibangun gereja, hanya kantor daerahnya saja yang saat itu berada di tempat yang ada saat ini juga berdampingan pada gereja yang menyusul dibangun,” sebutnya.

Tak hanya di Tanjung Selor, misionaris tersebut akhirnya juga berangkat ke Apau Kayan, Malinau yang dahulunya sebelum pemekaran wilayah masih menjadi bagian Bulungan. “Setelah melakukan penginjilan di sana, injil pun berkembang. Utamanya pada suku Uma Kulit yang saat itu mayoritas di sana. Setelah berkembang, kemudian dibangunlah gereja, saat itu masih disebut Kingmi pada tahun 1933,” bebernya.

Karena telah didirikan gereja, para pendetanya pun ditunjuk. Termasuk ayah kandungnya dan beberapa lainnya. Namun demi keperluan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan transportasi, akhirnya suku tersebut melakukan urbanisasi ke Long Tungu, Ibu Kota Peso Hilir saat ini pada tahun 1955.

“Pada Tahun 1955 konferensi besar dilaksankan di Long Tungu, organisasi pun mulai terorganisir, karena berkembang secara organisasi,” sebutnya.

Karena, rata-rata pengurus gereja saat itu pindah ke Long Tungu, akhirnya suku tersebut juga mendirikan gereja pada tahun 1957 dan terus berkembang. Utamanya di daerah Kayan Hilir pada suku-suku lainnya. “Pada tahun 1976, di Balikpapan Kingmi diubah menjadi GKII, dan berpusat di Jakarta sa at itu,” sebutnya.

Terlepas dari itu, terkait pembangunan gereja di Tanjung Selor, ia tak mengetahui kapan pastinya. Namun ia menegaskan, sekitar pada tahun 1965, dirinya yang masih berstatus pelajar kala itu, sudah melihat bangunan GKII.

“Hanya saja saat itu bangunannya didominasi oleh kayu dan beratapkan sirap, dibuat oleh CMA. Saat itu kata dia ada pendeta yang mengembalakan jemaat namun kapasitas yang masih kecil atau sedikit, mereka orang-orang dari Apau Kayan juga dan terus berkembang hingga kini,” sebutnya.

“Yang jelas GKII terlebih dahulu ada, kemudian baru menyusul GPIB,” sambungnya.

Kemudian kata dia, pada saat dirinya menjadi gembala sidang pada tahun 1987, kondisi bangunan juga masih sama pada saat ia bersekolah dulu. Pada bagian atapnya sudah dimodernisasi, karena telah menggunakan atap seng. “Saat itu kami hanya behahi sekitar gereja, seperti membuat jalan semenisasi, saat itu masih becek,” ungkapnya.

Kemudian kata dia, pada tahun 2004 barulah bangunan lama mulai dibongkar habis dan membangunkan gedung yang baru. Sebab saat itu GKII yang sudah menjadi daerah Kayan Hilir menerima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 1 miliar.

“Kemudian dibangun yang baru dan selesai pada tahun 2007, tepat pada 1 Juni diresmikan oleh Bupati, yang saat itu dijabat oleh Budiman Arifin, jadi bentuk bangunan hingga saat ini masih bertahan, lokasinya juga tidak kami ubah,” jelasnya. (***/eza)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Aliran Musik Jazz, Akan Luncurkan Album Mini
  • Merasa Tenang, Tolak Tawaran Pindah
  • Minim Wadah, Saling Merangkul di Komunitas
  • Miliki 11 Pintu, Lantai Ubin Didatangkan dari Belanda
  • Rela Kehilangan Pekerjaan Mengejar Pemusatan Latihan
  • Berawal dari Tanaman yang Dibawa Keluarga Kesultanan Bulungan
  • Buka Peluang bagi Pengusaha Budidaya < /li>
  • Kerajinan Tanah Kelahiran Dipadu Motif Kaltara
  • Inspirasi ‘Dokter Darman’ sejak di Bangku Sekolah Dasar
  • Lampion, Jeruk Mandarin, Kue Keranjang hingga Angpao

BACA JUGA

Jumat, 09 Maret 2018 10:40

Larutan 457 Gram Sabu Dibuang ke Toilet

TANJUNG SELOR â€" Polres Bulungan kembali memusnahan narkotika jenis sabu-sabu seberat 457 gram… Jumat, 09 Maret 2018 10:39

TPA Senilai Rp 40 M Belum Berfungsi

TANJUNG SELOR - Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kilometer 9, Bumi Rahayu, Kecamatan Tanjung… Jumat, 09 Maret 2018 10:38

Pengerjaan Sheet Pile Telan Rp 25 M

TANJUNG SELOR â€" Beberapa proyek multiyears yang diprogramkan Pemkab Bulungan tahun ini mulai dikerjakan.… Jumat, 09 Maret 2018 10:35

Pembangunan di Kaltara Fokus Empat Bidang

TANJUNG SELOR - Pembangunan di bidang infrastruktur dalam percepatan mewujudkan pemerataan akses pelayanan… Kamis, 08 Maret 2018 10:37

50 Persen IUP di Kaltara Bermasalah

TANJUNG SELOR â€" Sebanyak 45 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari 93 perusahaan yang beroperasi di… Kamis, 08 Maret 2018 10:35

Dishub Analisa Tumpukan Sampah di Sungai Kayan

TANJUNG SELOR â€" Mengacu pada kecelakaan sungai di awal tahun ini hingga menimbulkan korban jiwa,… Kamis, 08 Maret 2018 10:33

Hanya Diberikan Setengah dari Usulan Awal

TANJUNG SELOR â€" Awal tahun ini, Kabupaten Bulungan hanya dijatah sebanyak 10 ribu keping blanko… Kamis, 08 Maret 2018 10:30

Pelaku Hipnotis Masih Bebas Berkeliaran

TANJUNG SELOR â€" Pelaku hipnotis di Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) Tanjung Selor terhadap… Rabu, 07 Maret 2018 10:48

Dewan Segera Panggil Perusahaan

TANJUNG SELOR â€" Sejak diberlakukannya upah minimum kabupaten (UM) Bulungan 2018 Rp 2.652.470… Rabu, 07 Maret 2018 10:46

Hibah Pemkab, Milik Kemenakertrans

TANJUNG SELOR - Pembangunan infrastruktur gedung kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi… Bangunan Ini Mangkrak, Proposal Sudah ke Mana-Mana TUNGGU AJA..!! Hukuman Mati Bang Toyib Belum Terjadwal Ratusan Penumpang ‘Terbang’ Setiap Harinya Harga BBM Jadi Fokus Pembahasan Power Mesin PLTMG Mulai Menurun MTQ Direncanakan Digelar Bulan Depan Aparat Desa Harus Patuhi Hukum Jangan Ada Keributan saat Pembagian Lapak Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu Dimakan Usia, Minta Jembatan Dibetonisasi
  • Dimintai Keterangan Tanpa Surat
  • Korsleting Listrik Penyebab Kebakaran
  • Sabu-Sabu Sukar Larut di Air
  • Berhenti Bermusik Saat Napas Sudah Terhenti
  • Tinggal Menunggu SK Gubernur
  • Barang yang Sudah Diangkat Akan Diambil
  • Sembilan Tahun yang Sia-Sia
  • Pekarangan Ceria dengan Barang Bekas
  • Aplikasikan Warna-Warni Dinding Rumah
  • Larutan 457 Gram Sabu Dibuang ke Toilet
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Tanjung Selor

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »