Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kemenkeu Prihatin Kondisi Malinau

Posted by On 1:10 PM

Kemenkeu Prihatin Kondisi Malinau

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: RABU
07 MARET RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 Maret 2018 11:48 Kemenkeu Prihatin Kondisi Malinau

Penyampaian Kajian Ditanggapi, Bupati Ucapkan Terima Kasih

DITANGGAPI POSITIF: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan Direktur Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI Putut Hari Satyaka, SE, MPP, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau Drs. Hendris Damus, M.Si saat mendengarkan dan melihat paparan dari tim ahli hasil kajian alokasi transfer daerah melalui formula DAU dari Pemkab Malinau, Kamis (1/3) di Kantor Kemenkeu RI. Istimewa

PROKAL.CO, MALINAU â€" Saat menanggapi penyampaian hasil kajian alokasi transfer daerah melalui formula Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama tim ahli, Kamis (1/3) lalu, Direktur Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) Putut Hari Satyaka, SE, MPP mengaku prihatin atas kondisi infrastrukur di Malinau yang merupakan kabupaten perbatasan.

“Apa yang disampaikan oleh bapak Bupati dan te man-teman, mengenai usulan-usulan penghitungan DAU maupun gambaran kondisi riil Kabupaten Malinau, ya saya bisa bilang sangat memprihatinkan bagaimana sebuah mobil untuk melewati (jalan) pun hampir terperosok,” ungkap Putut Hari Satyaka kepada Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan tim ahli kajian di salah satu ruang rapat Kemenkeu RI.

Menurutnya, kondisi di Malinau memang harus diselesaikan bersama walaupun dalam keterbatasan-keterbatasan yang ada dan tentu sesuai dengan koridor yang ada. Misalkan, sebut Putut, kalau itu memang jalan nasional, jalan negara, tentunya harus diselesaikan dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tapi kalau jalan provinsi dan jalan kabupaten, maka harus diselesaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten juga. “Tapi kalau itu jalan kabupaten/kota ya tentunya memang harus dengan APBD kabupaten/kota yang sumber dananya bisa dari DAU, bisa dari DAK (Dana Alokasi Khusus) ata u sumber pendanaan lainnya. Termasuk hibah,” ujarnya.

Terkait formulasi kajian dengan konsep atau variabel perbatasan dan konservasi untuk masuk penghitungan alokasi DAU, saat ini, kata Putut, memang wajarnya masih di dana spesifik, yaitu masuk di alokasi DAK, bukan masuk DAU. Walaupun bernama DAK, imbuhnya, turunnya juga ke kabupaten-kabupaten yang tercantum dalam kekhususan tersebut, sehingga tidak lepas juga dari kabupaten.

Terkait besaran alokasi yang ditransfer, juga melihat kembali keuangan negara. “Masalah cukup tidaknya, kita kembali harus melihat duitnya APBN adanya berapa,” katanya.

Putut pun sangat mengapresiasi tentang apa yang disampaikan Bupati dan tim ahli. Dengan penyampaian itu, tentu pihaknya lebih sadar bahwa memang kondisi riil di lapangan sangat memprihatinkan, yaitu kondisi jalan seperti kubangan. “Teman-teman di sana masih happy itu luar biasa. Ini (hasil kajian) tentunya akan menjadi perhatian-perhatian khusus di dalam pe ngalokasian anggaran, baik di tahun 2019 maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. Tidak saja hanya ditransfer, tapi tentunya dari belanja KL (kementerian dan lembaga), misalnya untuk kualitas jalan dan lain sebagainya. Saya yakin juga sudah dilakukan bapak/ibu pendekatan di teman-teman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk masalah konektivitas,” tuturnya.

Kajian yang sudah disampaikan juga akan menjadi bahan telaah pihaknya untuk pengalokasian di tahun 2019 maupun untuk revisi Undang-Undangn (UU) nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan. “Sementara ini tentunya kami tidak bisa langsung menyetujui bahkan menjanjikan oke pak tahun depan (Malinau) dapat Rp 1,5 triliun, tidak bisa. Karena ada proses yang harus kami lalui, baik itu proses di pemerintahan maupun proses di DPR. Tapi, nanti kita perjuangkan secara bersama-sama dan dengan pengetahuan yang ada ini melengkapi pengetahuan kami,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Malinau Yansen TP atas n ama Pemkab Malinau dan tim ahli mengucapkan terima kasih atas keprihatinan pemerintah pusat melalui kementerian keuangan ini. Dikatakan Bupati, pihaknya sangat memahami kondisi di tingkat pusat dan tidak mungkin juga mengeluarkan sebuah kebijakan tanpa dasar.

Namun Bupati berharap ada langkah bijak yang diambil oleh pemerintah, terutama Kemenkeu RI, setelah mendengarkan penyampaian hasil kajian yang dilakukan oleh Pemkab Malinau dan tim ahli. “Kami sangat menghargai, diterimanya kami pun itu sesuatu hal yang membahagiakan kami. Persoalan hasilnya nanti seperti apa, tentulah membuka pikiran kita bersama, karena pemahaman kami, ini hanya soal cara berpikir. Karena sepengetahuan saya, persoalan ini tidak akan pernah selesai kalau kita ukur dari sisi kemampuan keuangan negara,” ujar Bupati.

Masalah pembangunan jalan, menurut Bupati, di tempat-tempat lain di Indonesia pun sama. Banyak juga infrastruktur jalan yang masih belum terbangun dengan bagus. Namun, harus ada pem ikiran berbeda untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malinau yang merupakan kabupaten di wilayah perbatasan dan juga kabupaten konservasi yang menyumbang oksigen untuk dunia.

Oleh sebab itu, kata Yansen, walaupun ada kebijakan tertentu berupa alokasi DAK, asal untuk membangun daerah, menurutnya tidak masalah. Yang penting ada sikap terhadap persoalan yang di hadapi masyarakat Malinau. “Kami mengajukan formulasi ini bukan ego. Tetapi yang kami takutkan, hutan maupun taman-taman nasional hanya tinggal nama seperti di daerah lain di luar Malinau. Tapi kalau di Malinau, yang bapak lihat itulah nyata. Kalau hutan ya hutan, kalau masalah ya masalah. Karena kami tidak mengubah masalah pak. Itulah kenyataannya,” tegas Bupati. (ags/ash)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Malinau Terima Penghargaan dari Kemenkeu
  • Kemenkeu Gelontorkan ADD Rp 7,2 Triliun

BACA JUGA

Selasa, 06 Maret 2018 11:46

Gedung SMA Kebangsaan Rencananya Dialihfungsikan

MALINAU â€" Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, M.Si didampingi Kepala Inspektorat Kabupaten… Selasa, 06 Maret 2018 11:44

Pertama, Kades Batu Lidung Sampaikan LKPPDes 2017

MALINAU â€" Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Lidung, Kecamatan Malinau, menggelar sidang paripurna… Selasa, 06 Maret 2018 11:43

Kelola Dana Bantuan, Siapkan Dasar Hukum

MALINAU â€" Dalam mengelola keuangan dan pembangunan desa, haruslah disampaikan secara transparan… Selasa, 06 Maret 2018 10:59

Perjuangkan Penambahan DAU

JAKARTA â€" Kabupaten Malinau dikenal sebagai kabupaten yang berada di wilayah perbatasan dan jugaâ €¦ Selasa, 06 Maret 2018 10:58

Logis Jika Anggaran Akan Bertambah

JAKARTA â€" Ir. Haryanto R. Putro, MS sebagai tenaga ahli kajian alokasi transfer daerah melalui… Selasa, 06 Maret 2018 10:56

Hasil Kajian Harus Dipertimbangkan

JAKARTA â€" Menanggapi hasil kajian alokasi transfer daerah melalui formula Dana Alokasi Umum (DAU),… Selasa, 06 Maret 2018 10:53

Wujudkan Transparansi Desa

MALINAU - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekrertariat Kabupaten (Setkab)… Sabtu, 03 Maret 2018 10:50

Ratusan Penumpang ‘Terbang’ Setiap Harinya

MALINAU â€" Bandara RA Bessing Kabupaten Malinau menjadi daya tarik tersendiri bagi maskapai-maskapai… Sabtu, 03 Maret 2018 10:46

Operasi Keselamatan Digelar 21 Hari

MALINAU â€" Untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, Satuan Lalu… Sabtu, 03 Maret 2018 10:43

Aparat Desa Harus Patuhi Hukum

MALINAU - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau Drs. Hendris Damus M.Si menegaskan, Pemerintah Kabupaten… Bangunan Ini Mangkrak, Proposal Sudah ke Mana-Mana Segera Dibangun, 516 Tower Kaltim-Kaltara TUNGGU AJA..!! Hukuman Mati Bang Toyib Belum Terjadwal Ratusan Penumpang ‘Terbang’ Setiap Harinya Power Mesin PLTMG Mulai Menurun Sukses di Kutim, Berakhir di Sebatik Harga BBM Jadi Fokus Pembahasan Jangan Ada Keributan saat Pembagian Lapak MTQ Direncanakan Digelar Bulan Depan Aparat Desa Harus Patuhi Hukum
  • Hanya Disanksi Ringan
  • Telur Aneh, Padat dan Tidak Bau
  • Rela Kehilangan Pekerjaan Mengejar Pemusatan Latihan
  • Curi Hasil Laut Berton-ton
  • Mesin Nelayan Akan Diganti
  • Selamat karena Memegang Gabus
  • Masih Kurang 12.000 Sambungan
  • Sebulan, Tiga Gang Disemenisasi
  • Kemen-PUPR Belum Terbitkan Izin Konstruksi
  • PNS Masih Pakai LPG Subsidi
Sitemap
  • HOME
  • H OT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Malinau

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »