GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kaltara Tetap Pertahankan BBNKB 15 Persen, Busriansyah: Kita ...

Kaltara Tetap Pertahankan BBNKB 15 Persen, Busriansyah: Kita ...

Kaltara Tetap Pertahankan BBNKB 15 Persen, Busriansyah: Kita Belum Mapan Seperti Kaltim Busriansyah mengatakan, tarif BBNKB-1 sebesar 15 persen itu sangat realisti…

Kaltara Tetap Pertahankan BBNKB 15 Persen, Busriansyah: Kita ...

Kaltara Tetap Pertahankan BBNKB 15 Persen, Busriansyah: Kita Belum Mapan Seperti Kaltim

Busriansyah mengatakan, tarif BBNKB-1 sebesar 15 persen itu sangat realistis di tengah kebutuhan pendanaan pembangunan yang tinggi.

Kaltara Tetap Pertahankan BBNKB 15 Persen, Busriansyah: Kita Belum Mapan Seperti KaltimTribun Kaltim/M ArfanKendaraan roda dua dan empat di area parkiran gedung gabungan dinas Pemprov Kalimantan Utara diabadikan belum lama ini.

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kalimantan Utara masih tet ap mempertahankan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 15 persen dari nilai jual kendaraan bermotor saat pembelian pertama, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 25 Peraturan Daerah Kalimantan Utara Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pajak Daerah.

Kepala BPPRD Kalimantan Utara Busriansyah mengatakan, tarif BBNKB-1 sebesar 15 persen itu sangat realistis di tengah kebutuhan pendanaan pembangunan yang tinggi.

Di satu sisi, potensi penerimaan pajak di Kalimantan Utara masih tergolong kecil.

BREAKING NEWS - Warga Karawang di Samarinda Tewas, Diduga Akibat Petir yang Sambar Ponselnya

"Tuntutan target pajak kita tinggi. Sedangkan potensi penerimaannya kecil. Jadi kita tetapkan tarif BBNKB-1 sebesar 15 persen," katanya saat disua Tribunkaltim.co, Rabu (5/9/2018).

Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, batas tarif pajak BBNKB adalah 20 persen. Sehingga kata Busriansyah, masih ada rua ng 5 persen yang tidak digunakan.

"Kita ambil tarif 15 persen. Itu standar. Semua daerah di Indonesia pernah menerapkannya," katanya.

Cheese Tteok Bokki, Kuliner Khas Korea Berbahan Dasar Beras dan Potongan Sayuran di Living Plaza

Terkait tarif 15 persen tersebut ditanggapi mahal sejumlah dealer penjualan kendaraan bermotor, Busriansyah mengakui hal itu sudah menjadi kebutuhan daerah agar pendapatan asli daerah (PAD) tetap stabil untuk membiayai pembangunan.

Ia mengatakan, jika perekonomian Kalimantan Utara sudah stabil dan kapasitas keuangannya sudah lebih gemuk tidak tertutup kemungkinan tarif BBNKB diturunkan.

Baca: Telanjur Rencanakan Liburan ke Luar Negeri tapi Rupiah Lagi Melemah? Ikuti 6 Tips Ini

"Seperti Kalimantan Timur dulunya 15 persen, sekarang mencoba menurunkan ke 12,5 persen. Karena Kalimantan Timur sudah mapan, hitungannya sudah triliun. Sedangkan kita provinsi baru, baru ratus an miliar," sebutnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan Editor: Trinilo Umardini Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Bintara Polisi Dianiaya Dua Seniornya hingga Tewas di Sultra, Terungkap Motif Pelaku Sumber: Berita Kalimantan Utara

No comments